Indonesia Subur

Memang benar, salah satu lirik dari lagu Koes Plus

Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Rumah tetangga baru aja satu bulan kosong, rumput halaman sudah tinggi-tinggi dan rumput sudah menyebar disetiap retakan semen di teras rumah. Terus jadi mikir apa karena di Indonesia ini subur, jadi orang-orangnya jadi lebih malas? Kekayaan yang ada disia-siakan dan oleh sebagian orang dieksporasi korupsi sebanyak-banyaknya

Yah.. Ngebahas ini emang retoris semua sudah tau jawabannya dan semua tidak bisa berbuat banyak, tapi kita selalu bisa buat memulainya dari diri sendiri. Saya pribadi yang sehari-hatinya selalu bersinggungan dengan dunia digital, mulai 3 bulan lalu sudah mencoba untuk mengurangi yang namanya membajak, yaitu dengan cara

  1. Membuang semua lagu bajakan didalam iTunes saya, sekarang saya hanya memakai 8tracks untuk mendengarkan lagu sehari-hari (dan tetap menunggu spotify masuk ke Indonesia)
  2. Tidak membajak Software, di laptop saya tinggal satu applikasi yang masih bajakan, yaitu adobe photoshop CS 6 karena memang harganya mahal sekali dan saya memakainya hanya untuk slicing dari .psd ke html (tapi tetap bukan alasan sih)
  3. Tidak membuang sampah sembarangan, termasuk tidak membuang karcis tol sembarangan
  4. Tidak Pakai BBM Premium, karena memang bukan haknya
  5. Bayar Pajak Penghasilan, biar gak dimarahin ko Ahok
  6. Konsisten dengan 5 poin diatas

Hop! Semoga semua ini bisa terus dijalanin, dimulai dari diri sendiri

Has No Life

Jadi inget dulu ada anak internship bernama Elfira Yunus yang tiba ter-celetuk bilang

Kok kalian gak pernah keluar sih? Has no life banget

Lalu kita semua terbengong sambil tatap-tatapan lalu ngakak bareng. Memang gak bisa disangkal kita memang jarang keluar kantor bersama, ya iyalah ya.. wajar kan ya? ya? *maksa*, kita keluar kalo kantor emang mau bayarin, ya namanya manusia wajar.

Kok jadi insekyur gini sih, padahal gw gak peduli sama kata-kata Elfira, huh! emang lo siapa? *tiba-tiba nyolot*

intinya Life tiap orang berbeda-beda, kalo gw sih cukup dengan DoTA 2 dan noton biosk… …. ini blog apasih?

Macbook Air Review Oleh Deon

AKHIRNYA! Kesampean juga Upgrade Macbook dari Macbook White menjadi Macbook Air. Setelah melalui riset yang panjang akhirnya 3 minggu lalu saya langsung meluncur ke EMAX Kemang dan membeli Macbook air! Mungkin ini bisa dibilang salah satu pilihan dalam hidup saya yang tak pernah saya sesali.

Saya Membeli Macbook Air dengan spesifikasi seperti diatas dan menggunakan SSD sebesar 256 Giga, karena saya tau untuk versi yang 128 Giga amat terasa sangat kurang (dulu Macbook Putih saya 120 Giga). Kecepatan SSD ini sungguh memuaskan! semua proses menjadi sangat lebih cepat dibandingkan dengan Macbook Putih saya (yaeyalah yon)

Selama 3 Minggu ini saya mencoba Macbook ini untuk keperluan kerja sebagai Front End Web Developer (promo linkedin dikit boleh dong) dan tiap hari saya selalu membuka beberapa Applikasi sekaligus, berikut applikasi-aplikasi tersebut

  1. Adobe Photoshop (iya ini bajakan)
  2. Sublime Text 2
  3. Safari & Firefox
  4. Terminal
  5. Sparrow Mail
  6. iMessage
  7. Twitter for Mac
  8. Skype
  9. Reeder For Mac
  10. MAMP
  11. Compass
  12. SVN / Git
  13. iTunes

Yup, semua app diatas dibuka secara bersamaan dan tidak ada penurunan kecepatan performa dari Macbook Air ini. File Photoshop yang saya buka berkisar antara 10 Mega hingga 30 Mega, memang saya hanya slicing saja tidak secara penuh menggunakan fitur dari photoshop, namun semua proses terjadi sangat cepat sekali dan semua tanpa ada suara HD yang berputar lagi! AH Memang Ajaib SSD ini! Semoga penciptanya masuk surga dan dimudahkan dunia akhirat! amin!

Selain itu yang membuat saya memilih Macbook ini ialah, bentuknya yang super seksi! ringan dan sangat stylish! Banyak yang bilang yang gak suka macbook air karena “Ah, males, gak ada DVD Room-nya”. Bah.. Sudah lama saya tidak memakai dvd room dan saya tidak merasa butuh untuk memakainya.

Sekian dari saya dan ini quote dari Steve

Some people think design means how it looks. But of course, if you dig deeper, it’s really how it works – Steve Jobs

jie.. fanboi nih, poltak.. mana poltak?

nb: Ini bukan promo, tapi memang kalo beli Apple Produk jauh lebih murah di EMAX, dibanding dengan yang lain (hasil nelponin satu-satu apple authorized reseler)

Jalur Neraka


View Jalur Neraka in a larger map

Jalur Neraka, ya.. Kata-kata inilah yang cocok untuk Jalan Raya sepanjang 8.2 Km (menurut Google Maps). Jalur ini meliputi Jalan Pondok Aren Raya, Jalan Ceger Raya dan Jalan Pondok Betung.

Ada alasan kenapa saya sebut jalur ini “Jalur Neraka” gak lebay kok ini, karena memang jalanan ini seperti kudas kurap yang ada di pantan (Pain in Ass), semua yang membuat jengkel selama kita berkendara ada semua disini, bukan hanya buat pengendara mobil, namun juga bagi semua pengguna jalan (mobil, motor, sepeda, pejalan kaki, kendaraan umum). Mari saya jabarkan satu persatu.

  1. Polisi Tidur, Jalan raya ini memiliki 16 POLISI TIDUR! bayangkan, 16 Polisi Tidur yang seharusnya tidak boleh ada di Jalan Raya untuk umum
  2. Pasar Tumpah, Angkot ngetem, orang parkir sembarangan
  3. Termina Bus, ditengah jalan, yup terminal bus Metro Mini 71 ada di daerah ini
  4. Pertigaan Mudah Gridlock, Banyak pengguna jalan yang tidak mau mengalah dan menyebabkan pertigaan menjadi Gridlock ditambah dengan para pak ogah polisi gopek (karena kalo dibayar cepek doi ngamuk)
  5. Angkot, baik yang ngetem sembarangan atau berjalan sangat lambat ditengah jalan, bahkan sepeda saya bisa lebih cepat dari mereka
  6. Pengendara Motor, ya semua yang busuk ada disini, dari tidak memakai helm, boncengan empat orang (bapak, ibu, dan dua orang anak), trek-trekan, tidak memakai lampu diwaktu malam, suara knalpot yang bising, Ibu-ibu yang naik mio tanpa helm, mengemudi disaat Zig-zag, daaaaaannnn BANYAK LAINNYA
  7. Titik Banjir, disini juga terkenal banjir kalau Bogor sudah mulai hujan deras, bahkan sampai setinggi leher orang dewasa
  8. Perlintasan Kereta Api, Commuter Line yang lewat tiap 10 menit diwaktu jam pulang/pergi orang kantoran, ditambah dengan dekatnya perlintasan ini dengan pasar dan pertigaan dari arah Ulu Jami (Cipulir)
  9. Tidak adanya trotoar, Mengakibatkan para pejalan kaki harus berjalan di Jalan Raya
  10. Banyak mobil yang tidak mau mengalah dan tidak menggunakan lampu sign jika mau berbelok
  11. Jalanan Beton, Cendrung sangat bergetar jika kita menggunakan sepeda dan mengakibatkan kita cepat lelah, selain itu juga membuat ban mobil/motor cepat habis
  12. Dan lainnya.. dan lainnya..

Jika tidak terpaksa sekali, sebaiknya hindari jalan ini dan jika anda sudah terbiasa dengan jalur ini, anda adalah BUKAN MANUSIAAA~AAA BIASAAA~AAA MESIN!